Laman

20 Januari 2012

Ciri Khas Sinetron di Indonesia


Yoww.. hello,, haha.. ini adalah post kadua gue di blog tercinta gue ini. Nah kali ini gue mau ngebahas tentang 1 hal yang gue rasa sedikit janggal, aneh bin absurd. Yup bener banget  gue mau ngebahas tentang jalan cerita dan ide cerita yang ada di sinetron yg ada di salag satu stasiun televisi di indonesia. Tapi sebelumnya gue ga ada maksud untuk nyindir, menjatuhkan atau berbuat yang ga menyenangkan atau apapun lah itu, gue Cuma pengen ‘mengungkapkan pendapat’ gue yang notabene adalah penonton dari sinetron sinetron ini. Eiitts, tapi satu hal yang perlu di garis bawahi adalah guw nonton sinetron ini bukan karena kemauan gue, tapi ini karena terpaksa ama situasi yg memaksa. Yang dikarenakan karena cuma adanya satu TV di rumah gue, dan ga mungkin juga gue rebutan remote TV ama nyokap gue. Haha J
Kembali ke hal yg gue mau bahas tentang sinetron tadi. Satu hal yg gue amati dari sinetron-sinetron di  stasiun televisi ini, dari ketiga sinetron yang ditonton sama nyokap gue, persamaan antara semua sinetron ini adalah “ANAK YANG DI TUKER TUKER” ckck.. Emang di kira anaknya itu kaya maenan aja yah..  Yang anaknya ‘si ini’ yang di tuker  sama anaknya ‘si itu’ yang ternyata anaknya itu adalah anak pungut atau gimanapun rupa ceritanya, cerita sinetron yang ada di stasiun TV ini tuh ga jauh jauh dari anak yang di tuker tuker. Dari 3 sinetron yang tayang di stasiun TV ini, ketiganya mengusung tema anak yang di tukar tukar. Amazing, atau kurang kreatif yah? Haha. Nah setelah anak yang di tuker tuker ini, sudah ditebak dan sudah pasti nanti cerita ini akan berlanjut dan mengarah ke “TEST DNA”.
Rasanya hampir di seluruh sinetron yang saya tonton HAMPIR seluruhnya pasti akan ada scene yang menjurus ke test DNA ini. Sebagaimanapun kondisi  ekonomi si tokoh ini pasti akan terjadi scene yang menawarkan atau menantang untuk diadakannya test  DNA ini. Kadang gue befikir bukannya biaya untuk melakukan test DNA ini termasuk bisa di katakan mahal, bagaimana dengan nasibnya si miskin? Bagaimana ia membayar test DNA nya? Kadang pertanyaan-pertayaan ini yang sering terlintas di fikiran gue. Anehnya kenapa gue masih sempat-sempatnya mikirin hal ini. Haha.. yah itulah ciri khas sinetron indonesia. Memang mungkin hal ini akan menjadi ‘signatue story’ dari sinetron sinetron di indonesia. Yasudahlah kita sebagai penonton ya Cuma bisa menonton, walau itu terpaksa, daripada terjadi perang keluarga akibat memperebutkan remote TV. Haha.. Sekali lagi saya tegaskan *ciyee elah* artikel yang saya buat ini TIDAK BERMAKSUD untuk menyindir, menjatuhkan citra, dan tidak ada niat buruk pada pencitraan sinetron indonesia. Gue selaku penonton yang mulai jenuh dengan ide cerita sinetron yang bisa di bilang monoton. Yasudahlah, yang pasti gue mengharapkan adanya peningkatan kualitas cerita sinetron di indonesia. Semoga saja..
Terimakasih sudah baca post kedua gue di blog tercinta gue ini.. hihi.. papai J  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar