Yoww.. hello,, haha.. ini adalah
post kadua gue di blog tercinta gue ini. Nah kali ini gue mau ngebahas tentang
1 hal yang gue rasa sedikit janggal, aneh bin absurd. Yup bener banget gue mau ngebahas tentang jalan cerita dan ide
cerita yang ada di sinetron yg ada di salag satu stasiun televisi di indonesia.
Tapi sebelumnya gue ga ada maksud untuk nyindir, menjatuhkan atau berbuat yang
ga menyenangkan atau apapun lah itu, gue Cuma pengen ‘mengungkapkan pendapat’
gue yang notabene adalah penonton dari sinetron sinetron ini. Eiitts, tapi satu
hal yang perlu di garis bawahi adalah guw nonton sinetron ini bukan karena
kemauan gue, tapi ini karena terpaksa ama situasi yg memaksa. Yang dikarenakan
karena cuma adanya satu TV di rumah gue, dan ga mungkin juga gue rebutan remote
TV ama nyokap gue. Haha J
Kembali ke hal yg gue mau bahas
tentang sinetron tadi. Satu hal yg gue amati dari sinetron-sinetron di stasiun televisi ini, dari ketiga sinetron
yang ditonton sama nyokap gue, persamaan antara semua sinetron ini adalah “ANAK
YANG DI TUKER TUKER” ckck.. Emang di kira anaknya itu kaya maenan aja yah.. Yang anaknya ‘si ini’ yang di tuker sama anaknya ‘si itu’ yang ternyata anaknya
itu adalah anak pungut atau gimanapun rupa ceritanya, cerita sinetron yang ada
di stasiun TV ini tuh ga jauh jauh dari anak yang di tuker tuker. Dari 3
sinetron yang tayang di stasiun TV ini, ketiganya mengusung tema anak yang di
tukar tukar. Amazing, atau kurang kreatif yah? Haha. Nah setelah anak yang di
tuker tuker ini, sudah ditebak dan sudah pasti nanti cerita ini akan berlanjut
dan mengarah ke “TEST DNA”.
Rasanya hampir di seluruh
sinetron yang saya tonton HAMPIR seluruhnya pasti akan ada scene yang menjurus
ke test DNA ini. Sebagaimanapun kondisi
ekonomi si tokoh ini pasti akan terjadi scene yang menawarkan atau
menantang untuk diadakannya test DNA
ini. Kadang gue befikir bukannya biaya untuk melakukan test DNA ini termasuk
bisa di katakan mahal, bagaimana dengan nasibnya si miskin? Bagaimana ia
membayar test DNA nya? Kadang pertanyaan-pertayaan ini yang sering terlintas di
fikiran gue. Anehnya kenapa gue masih sempat-sempatnya mikirin hal ini. Haha..
yah itulah ciri khas sinetron indonesia. Memang mungkin hal ini akan menjadi
‘signatue story’ dari sinetron sinetron di indonesia. Yasudahlah kita sebagai
penonton ya Cuma bisa menonton, walau itu terpaksa, daripada terjadi perang
keluarga akibat memperebutkan remote TV. Haha.. Sekali lagi saya tegaskan
*ciyee elah* artikel yang saya buat ini TIDAK BERMAKSUD untuk menyindir,
menjatuhkan citra, dan tidak ada niat buruk pada pencitraan sinetron indonesia.
Gue selaku penonton yang mulai jenuh dengan ide cerita sinetron yang bisa di
bilang monoton. Yasudahlah, yang pasti gue mengharapkan adanya peningkatan
kualitas cerita sinetron di indonesia. Semoga saja..
Terimakasih sudah baca post kedua
gue di blog tercinta gue ini.. hihi.. papai J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar